Postingan

Tidak ada Impian yang tertunda (PART 5)

Gambar
  #PART 5   Waktu tak terasa berjalan begitu cepat aku sudah menyelesaikan kuliah sekaligus menyelesaikan Al-quranku disini. aku meminta izin untuk kembali kerumah karena aku harus mempersiapkan untuk wisuda dan mempersiapkan bekal untuk Coass ku nanti. Sesampainya dirumah tiba-tiba aku disuruh menyiapkan hidangan untuk salah satu tamu mama yang sudah ada diruang tamu.   “kok tumben si ma aku yang disuruh nganterin hidangan buat tamunya kan biasanya juga bi eti yang nganterin, emang siapa si tamunya ? terus kok ini banyak banget makanan ma”   “sudah-sudah cepat sana anterin nanti kamu bakalan tau siapa tamunya"   Setelah semua hidangan siap aku berjalan menuju ruang tamu dengan membawa nampan yang berisi minuman dan makanan ringan. Sesampai nya diruang tamu aku sangat kaget karena disitu ada bang Adam beserta keluarganya. Dalam hati aku bertanya-tanya ada apakah gerangan bang Adam dan keluarganya datang kerumah ?. lalu suara salam dari ayahnya ba...

Tidak ada Impian yang tertunda (PART 4)

Gambar
 #PART 4           Hari ini adalah hari pertamaku di pondok pesantren Siti Fatimah. Pengasuh nya yaitu kiyai Sa’id dan bunyai Aisyah. Pondok ini berbeda dengan pondok An-Nasihah dulu sewaktu aku masih duduk dibangku aliyah, disini hanya terdapat 35 santriwan dan santriwati. Dan di pondok ini juga hanya terdapat 4 kamar yakni 3 kamar untuk santri perempuan dan 1 kamar untuk santri laki-laki. Jadi di disini benar-benar sangat terasa kekeluargaannya. Di pondok ini aku melanjutkan mengaji Al-Qur’an bersama bunyai Aisyah dan mengaji kitab-kitab dengan kiyai Sa’id. Setelah selesai berjamaah sholat subuh yang di imami oleh kiyai Sa’id sendiri. Semua santriwati bersalaman dengan bunyai Aisyah, kebetula aku yang paling terakhir yang bersalaman dengan beliau. “gimana mba tidurnya nyenyak nggak ?” “nggih umi’ “nggih mba, disini mah tempatnya gini mba sederhana, semoga mba Anisa betah disini dengan keadaan yang seperti ini” “nggih umi” Aku merasa menemuk...

Tidak ada Impian yang tertunda (PART 3)

Gambar
  #PART 3             Setelah aku di terima di Universitas Al- Fatih yang berada di daerah asalku yaitu Yogyakarta. Aku memutuskan mengisi waktu luang menunggu aktif kuliah dengan melanjutkan mengaji di Pondok Pesantren Roudhotul Quran dimana pondok tersebut adalah tempat mengajiku semejak aku masih SD. Dan setelah aku lulus SMP aku memutuskan untuk melanjutkan Aliyah di Pondok Pesantren An-Nasihah yang berada di Brebes. Pondok Pesantren Roudhotul Quran ini sekitar 300 meter dari rumahku, pengasuh pondok ini yaitu bunyai Hj. Mualifah yang sering dipanggil oleh para santri dengan sebutan ibu.             Kegiatan aku sehari hari selama menunggu perkuliahan aktif yaitu mengaji sekaligus mengajar anak anak kecil yang mengaji di podok ibu pada ba’da maghrib. Kebetulan ibu adalah seorang Hafidzoh sekaligus guru TK disini dan ibu adalah termasuk orang yang dihormati disini ka...

Tidak ada Impian yang tertunda (PART 2)

Gambar
  #PART 2             6 bulan sudah berlalu setelah Anisa memutuskan sowan ke gus ulil perihal keputusan untuk melanjutkan pendidikannya. Kebetulan hari ini hari terakhir Anisa melaksanakan ujian nasional disekolah. “Nad besok temenin sowan kerumah gus ulil yuk“ ajak aku ke Nadia. “hayukk aja nis, nanti samperin aja kekamar aku yah”.             Keesokan harinya Anisa dan Nadia sudah berada di rumah gus Ulil. Akhirnya gus Ulil membuka pembicaraan, “gimana kabarnya kalian ? “, lalu secara bersamaan kita menjawab “alhamdulillah gus“. Lalu aku memberanikan diri menanyakan perihal hasil istikhoroh yang kemarin-kemarin sudah sempat tanyakan kepada beliau. “punten gus, gimana hasil istikhorohnya gus? “   aku sambil tersenyum merasa tidak sopan langsung menanyakan hal tersebut. Lalu gus ulil sambil merubah posisi duduknya menjawab pertanyaanku. “begini Anisa, kamu kan s...

Tidak ada Impian yang tertunda

Gambar
  #PART 1 Semilir angin begitu sendu seolah olah alam ikut mengamini doa doa yang sedang dipanjatkan oleh perempuan yang begitu khusu melangitkan permintaan kepada-Nya. Setelah selesai melakukan sholat sunnah, Anisa melanjutkan kegiatan yaitu membangunkan anak anak santri, kebetulan ia di beri amanah oleh bunyai nya ditunjuk sebagai pengurus bagian jamaah, sehingga ia harus melakukan kegiatan setiap pagi harus membangunkan anak anak santri dan sesekali menggantikan umi dan abah mengimami ketika sedang tinda (pergi). Adzan subuh berkumandang Anisa bergegas mengambil wudhu dan langsung menjemput umi dirumah beliau. “assalamualaikum, punten umi bade ngimamin mboten ?” sambil duduk menunggu jawaban dari bunyai nya. “nggih mba umi ngimamin” suara yang begitu menyejukan itu akhirnya terdengar. Matahari pun sudah menunjukan keindahannhya, Anisa bergegas untuk berangkat ke sekolah, kebetulan ia sekolah di Madrasah Aliyah. Sesampainya dikelas, Anisa langsung disambut kegaduhan teman...

Makanan yang Halal dan Baik

Gambar
  Assalamu’alaikum Wr Wb semuanyaaa.... Semoga selalu diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah. Disini penulis akan berbagi sedikit pelajaran yang disampaikan oleh KH. Muhammadun (Hafidzahuallah) selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Ad-diniyah. Dalam Al-qur’an surat Al-kahfi ayat 19   وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا   Artinya : Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "...