Tidak ada Impian yang tertunda (PART 4)
#PART 4 Hari ini adalah hari pertamaku di pondok pesantren Siti Fatimah. Pengasuh nya yaitu kiyai Sa’id dan bunyai Aisyah. Pondok ini berbeda dengan pondok An-Nasihah dulu sewaktu aku masih duduk dibangku aliyah, disini hanya terdapat 35 santriwan dan santriwati. Dan di pondok ini juga hanya terdapat 4 kamar yakni 3 kamar untuk santri perempuan dan 1 kamar untuk santri laki-laki. Jadi di disini benar-benar sangat terasa kekeluargaannya. Di pondok ini aku melanjutkan mengaji Al-Qur’an bersama bunyai Aisyah dan mengaji kitab-kitab dengan kiyai Sa’id. Setelah selesai berjamaah sholat subuh yang di imami oleh kiyai Sa’id sendiri. Semua santriwati bersalaman dengan bunyai Aisyah, kebetula aku yang paling terakhir yang bersalaman dengan beliau. “gimana mba tidurnya nyenyak nggak ?” “nggih umi’ “nggih mba, disini mah tempatnya gini mba sederhana, semoga mba Anisa betah disini dengan keadaan yang seperti ini” “nggih umi” Aku merasa menemuk...