Tidak ada Impian yang tertunda
#PART 1 Semilir angin begitu sendu seolah olah alam ikut mengamini doa doa yang sedang dipanjatkan oleh perempuan yang begitu khusu melangitkan permintaan kepada-Nya. Setelah selesai melakukan sholat sunnah, Anisa melanjutkan kegiatan yaitu membangunkan anak anak santri, kebetulan ia di beri amanah oleh bunyai nya ditunjuk sebagai pengurus bagian jamaah, sehingga ia harus melakukan kegiatan setiap pagi harus membangunkan anak anak santri dan sesekali menggantikan umi dan abah mengimami ketika sedang tinda (pergi). Adzan subuh berkumandang Anisa bergegas mengambil wudhu dan langsung menjemput umi dirumah beliau. “assalamualaikum, punten umi bade ngimamin mboten ?” sambil duduk menunggu jawaban dari bunyai nya. “nggih mba umi ngimamin” suara yang begitu menyejukan itu akhirnya terdengar. Matahari pun sudah menunjukan keindahannhya, Anisa bergegas untuk berangkat ke sekolah, kebetulan ia sekolah di Madrasah Aliyah. Sesampainya dikelas, Anisa langsung disambut kegaduhan teman...