Tidak ada Impian yang tertunda (PART 5)
#PART
5
Waktu tak terasa
berjalan begitu cepat aku sudah menyelesaikan kuliah sekaligus menyelesaikan
Al-quranku disini. aku meminta izin untuk kembali kerumah karena aku harus
mempersiapkan untuk wisuda dan mempersiapkan bekal untuk Coass ku nanti.
Sesampainya dirumah tiba-tiba aku disuruh menyiapkan hidangan untuk salah satu
tamu mama yang sudah ada diruang tamu.
“kok tumben si ma aku
yang disuruh nganterin hidangan buat tamunya kan biasanya juga bi eti yang
nganterin, emang siapa si tamunya ? terus kok ini banyak banget makanan ma”
“sudah-sudah cepat sana
anterin nanti kamu bakalan tau siapa tamunya"
Setelah semua hidangan
siap aku berjalan menuju ruang tamu dengan membawa nampan yang berisi minuman
dan makanan ringan. Sesampai nya diruang tamu aku sangat kaget karena disitu
ada bang Adam beserta keluarganya. Dalam hati aku bertanya-tanya ada apakah
gerangan bang Adam dan keluarganya datang kerumah ?. lalu suara salam dari
ayahnya bang Adam membuyarkan lamunanku.
“Assalamualaikum, ini
yang namanya dek Anisa yah ? “
Lalu dengan muka kaget
dan kebingungan karena sebelumnya aku dan ayahnya bang Adam belum pernah
bertemu.
“Waalaikumsalam, nggih
pak.“
Lalu aku bergegas ke
belakang karena merasa tugasku sudah selesai untuk mengantarkan hidangan untuk
tamunya mama yaitu keluarga dari bang Adam.
“eeeh dek mau kemana
disini saja duduk temani mama“
Sambil memegang
tanganku sebagai isyarat menyuruhku duduk. Lalu aku langsung duduk disamping
mama sambil menundukan kepala sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua.
Lalu ayah bang Adam
memulai pembicaraan.
“Langsung saja yah dek
nisa, tadi saya sudah menyampaikan maksud dan tujuan keluarga saya terutama
adam kepada ayahanda dek nisa. “
“Jadi Adam ini ingin
melamar dek nisa, dan tadi juga saya sudah menyampaikan ke ayahnya dek nisa dan
kata beliau keputusan nya ada di den nisa semua, karena nantinya dek nisa yang
akan menjalani kehidupan selanjutnya“ tutur ayahanda dari bang Adam
Lalu aku terdiam cukup
lama karena memikirkan banyak hal, kenapa bang Adam memilih untuk melamar aku ?, karena beliau dulu di pondok An Nasihah termasuk orang yang paling
pintar dan beliau termasuk ndalemnya abah sekaligus kepercayaannya abah.
Bang Adam ini termasuk
santri yang banyak disukai oleh santri santri putri di pondok An Nasihah. Dan
tak kusangka beliau kenal denganku. Dan kebetulan bang Adam ini mengajar madin di pondok
dan kebetulan mengajar juga di kelas madin aku, mungkin awal bang Adam bertemu
denganku pas aku masih kelas 2 aliyah, aku semakin gak yakin dengan lamaran
bang Adam ini.
“jadi gimana jawaban
dek nisa ?“ suara ayah bang Adam tiba-tiba membuyarkan semua lamunanku.
“mmmm aku nurut sama
mama aja, kalau mama terima lamaran bang Adam maka aku juga menerimanya“ aku
menjawabnya dengan suara bergetar karena masih bingung harus menjawab apa.
“Tapi ada satu hal
yang ingin saya tanyakan ke bang Adam, apakah bang Adam sudah yakin dengan aku
? “
Suasana menjadi hening
beberapa saat.
Dan
“izin menjawab dari
pertanyaan dek nisa tadi“
Hatiku langsung berdegup lebih cepat dan sedikit panik karena akhirnya bang Adam menjawab pertanyaanku.
Bersambung.....
Maaf guys kalo ceritanya aneh, masih dalam proses belajar.
mohon kritik dan sarannya.
terimakasih banyak 🙏🙏

Mantap geng...
BalasHapus