Tidak ada Impian yang tertunda (PART 3)

 


#PART 3

            Setelah aku di terima di Universitas Al- Fatih yang berada di daerah asalku yaitu Yogyakarta. Aku memutuskan mengisi waktu luang menunggu aktif kuliah dengan melanjutkan mengaji di Pondok Pesantren Roudhotul Quran dimana pondok tersebut adalah tempat mengajiku semejak aku masih SD. Dan setelah aku lulus SMP aku memutuskan untuk melanjutkan Aliyah di Pondok Pesantren An-Nasihah yang berada di Brebes. Pondok Pesantren Roudhotul Quran ini sekitar 300 meter dari rumahku, pengasuh pondok ini yaitu bunyai Hj. Mualifah yang sering dipanggil oleh para santri dengan sebutan ibu.

            Kegiatan aku sehari hari selama menunggu perkuliahan aktif yaitu mengaji sekaligus mengajar anak anak kecil yang mengaji di podok ibu pada ba’da maghrib. Kebetulan ibu adalah seorang Hafidzoh sekaligus guru TK disini dan ibu adalah termasuk orang yang dihormati disini karena ilmu beliau. Setelah sekitar seminggu aku mengaji dengan ibu, ibu menawarkan aku untuk mengajar les anak TK sampai anak anak SD pada sore hari. setelah difikirkan akhirya aku memutuskan menerima tawaran tersebut.

            Setelah menerima tawaran tersebut, kegiatan aku mulai produktif kembali, pada sore hari aku mengajar anak anak les belajar membaca dan matematika, dilanjut ba’da maghrib aku mengajar ngaji anak anak dipondok sesuai jadwal mereka. Dan ba’da isya’ aku menyetorkan hafalanku kepada ibu. Seiring berjalannya waktu aku sedikit melupakan posisi aku yang sebentar lagi akan menjadi seorang mahasiswa, sampai pada suatu waktu ibu menawarkan aku untuk mengajar di TK tempat ibu mengajar, yang kebetulan disitu kekurangan pengajar, hampir saja aku menyetujui nya tetapi diingatkan  oleh bang adam   “dek kamu bentar lagi kamu kuliah, misal kamu menerima tawaran untuk mengajar di TK nanti perkuliahan kamu bagaimana ? mending tawaran nya digantikan oleh mba hana saja dek” mba hana adalah kaka aku yang ke 2 setelah bang adam, dan setelah aku fikirkan aku memutuskan untuk memberikan tawara tersebut ke mba hana.

            Dua bulan telah berlalu dan pada hari ini adalah hari dimana aku pertama kali masuk perkuliahan setelah melakukan ospek 3 hari yang lalu. Aku menjalani kuliah pada semester awal dengan sangat melelahkan, dengan begitu banyaknya tugas sehingga aku jarang murojaah. Sehingga aku di kampus mencari teman yang bisa diajak buat partner murojaah. Namanya mba Fina, dia lulusan Pondok Pesantren Darul Quran yang berada dikotanya yaitu kota Cirebon. “ mba fin hari ini mau murojaah kapan ? “ aku bertanya kepada mba Fina yang berjalan disampingku, kita akan menuju ke kelas karena ada mata kuliah jam terakhir. “Abis selesai kuliah aja yah Nis“. Lalu setelah percakapan singkat tersebut, kita melakukan perkuliahan seperti biasanya, aku memilih duduk dikursi paling depan, agar tidak mengantuk karena biasanya kuliah di jam jam sore itu rawan untuk tidur dikelas. Setelah perkuliahan selesai aku dan mba Fina melanjutkan bergantian simaan Al-Quran.

            Alhamdulillah kegiatan aku dengan mba Fina berjalan dengan lancar, tetapi setelah 4 bulan berlalu, mba Fina memutuskan untuk berhenti dikarenakan ia ingin fokus diperkuliahannya, karena mba Fina termasuk orang yang berprestasi dikuliahan. Aku sudah merasa sudah tidak mampu melanjutkan perkuliahan dikarenakan aku merasa ini bukan keinginanku sehingga aku sudah belajar setengah matipun hasilnya tetap tidak memuaskan.

            Sudah 2 tahun berlalu, aku merasa tertekan karena jalan hidupku yang tidak sesuai apa yang aku inginkan, sehingga aku sering mengeluh dan menyalahkan keadaan. Sampai akhirnya liburan semester 4 telah tiba. Liburan kali ini aku ingin mondok lagi, dan disisi lain aku juga ingin ke Pare, karena aku merasa aku kurang dalam hal Bahasa dibandingkan teman teman yang lain. Lalu bang adam keluar dari kamarnya mendekatiku yang sedang diruang TV.

“de, kamu sekarang liburan kan, meding kamu ke pare aja daripada diem di rumah gajelas“ sambil megambil remot yang ada didepanya. Lalu aku menjawab “iya bang, tapi nisa bingung bang mau mondok apa ke pare aja liburan ini“. Lalu bang adam langsung menjawabnya lagi “udah ke pare aja kamu tuh kuliah kedokteran harus pinter bahasa Inggris“.

“tapi bang, boleh ga bang sama mama nya“

“pasti boleh, coba sana kamu izin“

Lalu aku langsung menuju kamar mama, sambil mengetuk pintu kamar mama “Assalamualaikum, mah nisa boleh masuk ? “

“waalaikumsalam, iyaa nak, masuk saja nak“

Lalu aku masuk ke kamar mama dan langsung meminta izin ke mama,.

“mah, kan nisa sekarang kan lagi liburan semester nih, nisa bingung mau ngisi liburannya ke pare atau Mondok ma ?, menurut mama bagaimana ma ? “

“kalo menurut mamah mondok aja, kamu benerin tuh Al-Qurannya, ngaji yang bener“

Lalu aku dengan senang hati menerima pilihan mama. Akhirnya aku merekomendasikan podok yang terbilang dekat dengan rumah, hanya ditempuh 1 jam menggunakan mobil. Podoknya bernama Pondok Pesantren Siti Fatimah yang berada ditengah-tengah perkotaan Yogyakarta.



maaf guys kalo ceritanya aneh, masih dalam proses belajar 

mohon kritik dan sarannya.

terimakasih banyak     

 

Komentar

Posting Komentar